Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi

Di sela-sela waktu yang merangkak maju..
Arus takdir membawa diriku..
Terus melangkah..
Meniru alur air..
Dan menjadikannya candu..

Tenggelam dalam lautan darah..
Nadi berdenyut nyeri..
Memanggil segulung ombak…
Melenyapkan kemurnian harmoni…

Musik tiada arti..
Hanya tumpukan kaset rusak..
Sebatas dering keras bernada serak…

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.