Senyapnya Meringkus Kalbu

Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi
Senyapnya Meringkus Kalbu

Kegersangan yang merambat, terdesir angin pantai…
Menggema diujung ombak layaknya serpihan – serpihan karang merindukan tawar meski mencakar..
Aku terlalu takut untuk bersua menjajaki senyapnya kalbu
Semenjak segelintir pasir raib terbawa air..

Aku takut pada rindu
Ketika datang menghempas dengan kuatnya…
Ketika terobati, sebentar lalu datang lagi..

Aku takut untuk berbicara…
Seolah aku terlalu dalam sebuah rasa…
Namun, inilah kenyataannya…
Aku teracun angin pantai saat aku benar – benar mencintamu dalam rindu…

Reactions

1

One comment on “Senyapnya Meringkus Kalbu

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.