Senjata Oleh Andrinof A Chaniago

Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi
Senjata Senjata Oleh Andrinof A Chaniago

( Untuk Dek Pendi alias Effendi Gazali di Republik Mimpi )

Semenjak ranah politik tidak lagi berbau mesiu…
Rakyat memang tidak lagi perlu waspada pada desing peluru…
Karena senjata tidak lagi leluasa membuat luka…
Ataupun menjemput nyawa…

Tetapi janganlah lekas puas…
Hanya karena politik telah bebas senjata logam…
Sebab, di tangan para pemburu harta dan kuasa…
Ada senjata yang lebih tajam…

Bunyinya tidak mendesing membuat bulu kuduk merinding…
Juga tidak meledak membuat telinga kita pekak…
Bentuknya tidak runcing sehingga nyali bergeming..
Tetapi senjata itu tetap tajam tatkala menghujam…

Ranah politik memang sudah tidak lagi menumpahkan darah…
Karena senjatanya kini tidak membuat luka atau mencabut nyawa…
Tetapi ia membunuh nalar ajar…
Yang telah dibangun lewat program wajib belajar….

Jangan cari senjata tajam itu di gudang peluru…
Atau di kendaraan prajuritmu…
Dia ada di genggamanmu…
Yang pernah kau buka, kau lihat dan kau baca…

Bentuknya adalah iklan setengah atau satu halaman…
Kadang-kadang berisi angka-angka ekonomiterika dan statiska…
Kadang-kadang berisi potret orang cerdas berkacamata…
Yang disertai kata-kata bergaya prosa,,,
Itulah dia senjata di ranah politik kita…

Senjata itu tidak menggores luka dan menumpahkan darah…
Juga tidak langsung mencabut nyawa berbilang jumlah…
Tetapi ia membuat kebodohan menjadi abadi…
Kemiskinan massal menjadi tersembunyi…
Politik hampa etika…
di balik slogan gagah efisiensi dan demokrasi…

Iklan setengah halaman atau satu halaman media massa…
Dengan angka-angka ekonometrika dan statistika..
Atau foto orang pintar berkaca mata..
Itulah senjata para pemburu harta dan kuasa…

Dampak senjata itu nyata…
Ketika harga BBM naik..
Rakyat kecil tercekik..
Ramalan pemilik senjata itu terbalik…
Menjanjikan angka kemiskinan akan turun menukik..
Ternyata malah melonjak naik…

Dampak senjata itu masih terasa…
Ketika pilkada rampung…
Suara rakyat selesai ditelikung..
Sementara pemburu kuasa dan harta kembali berhitung…
Untuk membagi untung…

Senjata itu adalah iklan dengan sedikit dusta…
Anak kandung perselingkuhan modal dan tahta…
Yang kini menular dalam spanduk-spanduk di ruang terbuka…
Di bawah lindungan sistem demokrasi pura-pura…

Ditemani sistem ekonomi pasar yang tidak sempurna..
Yang melahirkan korban dalam jumlah berjuta..
Mereka yang tidak kelebihan harta dan tidak ikut berkuasa…

(Suatu pagi di jalan Kemangi, 24/08/07 : Senjata Oleh Andrinof A Chaniago )

Reactions

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.