Sebuah Jaket Berlumur Darah – Karya Taufiq Ismail

Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi
Sebuah Jaket Berlumur Darah - Karya Taufiq Ismail
Sebuah Jaket Berlumur Darah

Sebuah jaket berlumur darah…
Kami semua telah menatapmu..
Telah pergi duka yang agung..
Dalam kepedihan bertahun-tahun…

Sebuah sungai membatasi kita..
Di bawah terik matahari Jakarta..
Antara kebebasan dan penindasan..
Berlapis senjata dan sangkur baja…

Akan mundurkah kita sekarang..
Seraya mengucapkan ’Selamat tinggal perjuangan’..
Berikara setia kepada tirani..
Dan mengenakan baju kebesaran sang pelayan?…

Spanduk kumal itu, ya spanduk itu..
Kami semua telah menatapmu..
Dan di atas bangunan-bangunan..
Menunduk bendera setengah tiang…

Pesan itu telah sampai kemana-mana..
Melalui kendaraan yang melintas..
Abang-abang beca, kuli-kuli pelabuhan..
Teriakan-teriakan di atas bis kota, pawai-pawai perkasa..

Prosesi jenazah ke pemakaman..
Mereka berkata..
Semuanya berkata..
Lanjutkan Perjuangan….

Sebuah Jaket Berlumur Darah – Karya Taufiq Ismail
Beri Nilai Puisi Ini


Reactions

Tinggalkan Balasan