Sajak Bidak Putih Karya Jaksen M. Amin

Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi
Sajak Bidak Putih Karya Jaksen M. Amin
Sajak Bidak Putih

Nusantara adalah belahan papan catur raksasa..
Yang membentang di jagat buana…
Sementara kita adalah sebarisan bidak putih pertiwi yang berdiri..
Tegap tegar kekar..
Depan yang paling depan..
Bermata jalang berhati jantan..

Langkah demi langkah ke depan..
tak gentar sedikitpun..
tak mundur setapakpun..
menghalang pandang serbuan hitam..
yang garang menantang..

Kita adalah sebarisan bidak putih pertiwii..
Yang bangkit menjerit..
Serempak mendepak..
Bahu membahu bersatu..
Bersama raja menteri gajah kuda benteng..
Demi kedamaian bumi pertiwi..
Demi sumpah palapa Gajah Mada..
Demi bara sumpah pemuda dalam ika..

Perjuangan kita adalah pertarungan catur..
Yang panjang dan belum usai..
Butuh pengorbanan pemikiran dan pengolahan..

Kita mesti terus melangkah ke depan..
Meski nyawa dipertaruhkan..
Dengan baja merah membakar dada..
Dengan darah merah beriak menggelora…
Getarkan aorta..
Serang…!

Lumpuhkan kubu pertahanan musuh..
gayang hitam legam kebatilan..
terjang aral melintang pukang..

Hei…!
Kau dengar titahku..
Kau dengar seruku..
Kita mesti terus maju ke depan..
Tak pernah patah…
Tak pernah pecah..
Tak penah mundur satapakpun…
Tidak pernah..
Tidak akan pernah…
Tidak ..!

Palembang, Oktober 1982

Sajak Bidak Putih Karya Jaksen M. Amin
Beri Nilai Puisi Ini


Reactions

Tinggalkan Balasan