Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi
RINTIK HUJAN
Oleh : Sy Tahtra
Tetesan air kemarin, membekas disepanjang jalan
Bukan membekas di lekukan kelopak mata karena kesedian
Tetesan butirnya, membasahi pejalan kaki kearah perdesaan
Bukan basahi kenangan lewan tangisan
 
Panas hari kemarin, membekas  seakan menjadi 
dingin karena embun yang tercipta dari air hujan
Bukan panas emosi melanda 
dipupuk oleh air mata yang hilang
 
Rintikan hujan  kemarin, membawakan kebahagiaan 
lewat pelangi yang berserakan
Bukan membawakan air  mata yang bercucuran
Tulungagung, 17 Oktober 2017

Reactions

Disukai Oleh

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.