Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi

Resah sering menghampiri hati mengingat sekarang kita dalam kota yang berbeda..
Suatu paksaan demi masa depan mengesampingkan perasaan ingin bersama…
Kau selalu mempertanyakan perihal pilihanku jatuh kepada kota jogja..
Di tengah hiruk piruk perpisahan sekolah kala itu, kamu masih menanyakan hal yang sama..

Seolah – olah enggan menerima kenyataan kita akan berbeda kota…
Sekarang masing – masing dari kita sudah menginjak semester kedua..
Rindu itu semakin nyata, sesak itu semakin terasa, mengingat kenyataan yang ada..
Resahku nyata melihatmu terlihat akrab dengan beberapa teman perempuan dalam postingamu semalam..

Selain itu, ada resah yang lain dimana ego andil besar dalam hal ini sehingga aku sulit dan enggan mengatakanya..
Beberapa dari mereka menyebutnya resahku mengatasnamakan rindu..
Ahh yang benar saja, tidak mungkin aku merindukanya..

Ia saja tak merindukanku bahkan sekarang ia lebih asik bersama teman – teman barunya…
Di kotamu kamu terlalu sibuk dengan relasi barumu dan hampir melupakan keberadaanku..
Di kotaku aku mati – matian menahan rindu, menahan tak melulu menanyakan kesibukanmu…
Entahlah, dimanapun itu kamu berhak atas dirimu, kamu berhak atas keputusanmu..
terutama melupakan aku..

Yang kutahu kita sama – sama dewasa, mengenai hal ini kuserahkan padamu..
Jika pada akhirnya kamu kembali padaku, dengan senang hati aku akan menyambutmu..
Namun jika tidak, carilah kebahagiaan di kota barumu..

Aku akan tetap menjadi aku di kotaku dan perihal kamu, kamu sudah memiliki tempat kecil di sudut hatiku…
Bukan tidak mungkin di kotaku ini juga aku akan sepertimu, menemukan sumber kebahagiaan di sela – sela sibuk dan penatnya dunia perkuliahan…

Namun untuk saat ini, aku menyetujui pernyataan beberapa temanku bahwa resahku mengatasnamakan rindu..

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.