Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi
Qasidah Cinta

Kekasih..
Kau dengar langit selalu bermadah, menzikirkan asma Allah..
Dengan arakan meganya, dengan guyur hujannya..
Menyuburkan pohon dan lahan pertanian yang kering kerontang..

Kekasih..
Apa kau pun pernah melihat..
Bianglala membentangkan pesta warnanya sebagai lukisan keindahan..
Maka.. Hati siapakah yang tidak terpesona…
Ketika melihat lukisan Allah nan elok itu…

Kekasih..
Di malam hari qasidah cinta terlantun dalam kerlip bintang gemintang.
Terang rembulan pun berlayar di hamparan samudera.
Nyanyian cinta sangat merdunya, karena nyanyian itu….
Adalah kedalaman sunyi yang lembut syahdu..
Karena di kedalaman sunyi hati akan lebih khusyuk…
Meresapkan dzikir-dzikir doa puja untuk Illahi…

Kekasih..
Kau dengar langit selalu membawakan qasidah cinta..
Tak henti-henti tak jemu-jemu.
Mengabarkan gairah rindu..
Bahwa alam semesta membentang luas..
Sedang penghayatan kita sedalam samudera raya..
Agar bijak jiwa ini..

Maka langit pun bernyanyi dengan dzikirr asma mulia-Nya..
Betapa hatinya ceria..
Maka pandai-pandailah kita mengambil hikmah duhai kekasih..
Meresapkan qasidah cinta kerelung hati paling dalam..

Kekasih..
Kau dengar langit selalu membawakan qasidah cinta..
Tak henti-henti dan tak jemu-jemunya.
Maka wahai kekasih, pandai-pandailah menangkap kemerduan itu..
Menyelami kedalaman itu..
Sampai kita pun lebih memahami.
Makna kehadiran ini….

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.