Puisi Roman Picisan Yang Bikin BAPER

Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi

Jantungku bergetar hebat Setiap khawatirkanmu Nadiku bergetar kuat Setiap ku tahu kau terluka Harusnya kau tahu Aku bukan dewa Aku tak selalu mampu menjaga Namun tak sanggup bila kau celakaRoman Picisan

“Mataku menolak tak untuk percaya Memaksaku melihat kau Terbaring tak berdaya Ku menangis pilu Saat ku tau Dia yang mampu jagai dirimu Wajahku seperti tertampar Egoku menggelepar Karna ku tak berguna Karna ku tak menjadi pahlawanmu”Roman Picisan

“Ingin ku remehkan cemburuku Tapi ku tak mampu Karna hitamnya menutup relungku Haruskah ku kasihani cintaku yang kini terluka karna sembilu Dadaku sesak Nalarku terisak Saat aku mulai tertatih Pada cinta yang semakin perih”Roman Picisan

 

“Aku percaya.. Persahabatan ini Telah dewasa pada akhirnya Dia memberi nyaman dengan tawa Dia bahagia dengan kebersamaan Dia tulus dengan pengorbanan Persahabatan ini tak selalu saling memuji Tidak juga ada niat untuk menyakiti”Roman Picisan

“Bulan purnamaku Kenapa harus ku lihat kau tak Bersinar cemerlang Bidadariku, Kenapa harus air itu basahi Wajahmu yang jelita Taukah kamu.. Hatiku merintih Saat kulihat kau bersedih” Taukah kamu, Jiwaku merontah Untuk selalu membuatmu tertawa”Roman Picisan

“Kalau tidak ada rasa Mana mungkin hati ini bergetar Setiap menatapmu.. Kalau tidak ada cinta Pasti hatiku tak peduli Melihat tangismu.. Ya Tuhan.. Kalau cinta ku benar sederhana Kenapa harus ada rasa yang rumit ini..”Roman Picisan

 

“Lagi-lagi aku salah Ku kira hari ini sudah cukup Namun perjuanganku untukmu Masih terus berlanjut Kukira aku harus menjauh Namun didekatmu Selalu menjadi tugasku Kuharap aku akan selalu salah Sesalah saat aku mengira Kau bukan jodohku”Roman Picisan

“Sekarang.. Aku baru paham kecantikan bidadari Setelah melihat kau didepan mata Sekarang.. Ku mengerti keindahan bulan purnama Setelah menikmati cahayamu ditempat ini Seandainya ku bisa menawar waktu Kan ku minta dia tunduk padaku Tetaplah keindahan itu nyata Agar aku bisa damai dalam cinta”Roman Picisan

 

“Tuhan.. Izinku menari Karena telah ku sadari.. Rasa ini bukan milik ku sendiri Tuhan.. Iringi ku bernyanyi Karena ku kantungi sebuah bukti Detik ini.. Kuserahkan seluruh hati dan asaku Hanya kepada satu nama Namanya Wulandari Bulan purnama artinya Bahkan bidadari”Roman Picisan

“Maafku mungkin tak seberapa Tapi ku ucapkan Dengan sepenuh jiwa Maaf.. Ku sering buatmu kecewa Buatmu tak percaya Buatmu tak bisa bedakan Rasa atau bercanda Tapi cukup sampai disini kebohongan ini yang ku ingin.. Cinta kita.. Di ukir mulai dari sini..”Roman Picisan

 

“Bidadari itu kini menjadi milikku
Yang Tuhan titipkan untukku jaga
Harus ku pastikan
Dia baik-baik saja
Ku kerahkan segala upaya
Agar dia tak terluka
Karena menatap senyumannya
Membuatku percaya
Kalau semua ini nyata” – Roman Picisan
“Selamat malam bulan purnamaku
Tidur nyenyak bidadariku” – Roman Picisan
“Belantara hidup ini
Begitu indah ku pijak
Disini aku merangkul sahabatku
Dan disana kupeluk bidadari cintaku….

Tuhan..
Jangan hadapkan aku
Pada kata memilih
Karena sahabat atau cintaku
Keduanya begitu berarti
Jangan sampai ada yang terlukai”Roman Picisan

“Sakit diraga ini
Masih bisa kutangani
Tapi kalau hati ini terlukai
Ku hanya bisa mensyukuri
Sesakit apapun kurasa pada badan ini
Semua akan kalah dengan secuil perih di hati….

Inikah sakitnya patah hati
Mengiris perih yang tak terperi
Biarlah sedih ini kunikmati
Dan kujalani pedih ini
Dengan hati” – Roman Picisan
“mencintaimu adalah pilihan
dicintai oleh mu kuanggap anugerah
menyakitimu kujaga dengan segenap upaya
disakiti olehmu kuterima semampu raga” Roman Picisan

“Saat kulihat matahari terbenam
Munculah bulan yang menawan
Dan bintang yang rupawan
Sinarnya pun indah menyinari dunia
Tapi sinar indah itu kalah oleh seseorang
Seseorang dengan hati dan senyuman bidadari
Seseorang yang membawa cinta yang tulus
Seseorang yang memberikan kasih yang putih
Tuhan..
Akankah bidadari itu tercipta selamanya untukku
Akankah diriku ini selamanya tercipta untuknya”Roman Picisan

“Tuhan..
apakah ini mimpi
bidadariku tak inginkanku lagi
Tuhan..
Apakah harapanku agar sang purnama
Tak pernah pergi terlalu tinggi
Ku hanya ingin cinta yang sederhana
Ku hanya mau menjaga
Kebersamaan ini selamanya” – Puisi Roman Picisan

“Ini bukan sekedar pertolongan
Atau agar di anggap pahlawan
Tapi harus kucoba yakinkan
Hasratku bukan hanya mainan”Puisi Roman Picisan

“Jangan tanyakan siapa aku,
Karena aku akan selalu menjadi
Seseorang yang memujamu
Laki-laki mencintaimu,
Apapun rasamu saat ini
Aku tidak peduli
Karena rasaku yang besar ini
Sudah teruji..”Roman Picisan

Kubohong kalau tak rindu puisi roman picisan
Kubohong kalau tak rindu puisi roman picisan

“Kita sepakat mengawali semua ini,
Tapi kau sepihak mengakhiri..
Kita berjanji perjuangkan kebersamaan ini,
Tapi kau menyerah tanpa kusetujui..
Padahal rasa ini milik kita..
Kenapa hanya aku yang tersiksa..
Padahal..
Masih ku ingat ikrar cinta kita
Kenapa sekarang kita

Tak bertegur sapa..” Roman Picisan

 

“Wulandari..
Benar aku jatuh hati padamu
Dan ku bahagia karena kau
Masih disisiku
tetap menjadi milikku
Walaupun..
Aku masih belajar menikmati Syahdu rindumu
Jangan pernah meminta janji
Agar kau selalu ku sayangi
Tanggung jawab cintaku adalah nyawa..
Meskipun tak sempurna..
Seperti dewa..”Roman Picisan

“Matahari gak perlu ngomong
Kalau dia bersinar
Langit juga gak berisik
Menyatakan kalau dia tinggi
Karena apa..
Karena lo akan tau dengan sendirinya” – Roman Picisan
“Bulan purnama hadir di angkasa
Menerangi dunia..
Wulandari hadir di SMA 712,
Membuat duniaku berwarna,
Tidur nyenyak bidadariku..”Roman Picisan

“Maaf..
Adalah satu kata sederhana
yang melegakan jiwa
Maaf..
Empat huruf biasa
Namun melapangkan hati
Menyinari wajah kami
Memberikan kesempatan
bagi cinta
Untuk tumbuh kembali”Roman Picisan

 

“Melihatmu bersusah..
Hatiku resah
Bulan purnama..
Izinkan aku yang jalani susahmu..
Lelah cukup untuk tangan dan kakiku..
Jangan tangan kaki bidadariku..”Roman Picisan

“Terima kasih Ya Allah
Atas segala nikmat rezeki dan karuniaMu
Ya Allah hamba percaya
Bahwa tidak ada yang terjadi secara kebetulan
Semua atas kehendak dan izin Mu Ya Allah

Ya Allah..
Ku serahkan semua langkah dalam hidupku padaMu
Tuntunlah hamba ke jalanmu yang benar
Lindungilah hamba dan semua orang yang hamba sayangi
Yaitu mamak, bapak, adik hamba Yola dan Wulandari” Roman Picisan

Reactions

Disukai Oleh

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.