Puisi Roman Picisan Yang Bikin BAPER

Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi

“Matamu terbuka.. Sebelum mentari ada Langkah mu tegak tercipta Mengejar impian dunia. Uang.. Bagimu yang utama Waktu.. Hanya bagi dia semata Keluarga.. itu nomor dua Persahabatan.. Sudah tiada artinya. Namun apa yang kau dapat kawan Hanyalah aroma kehampaan Rasa puas tak kunjung datang Dan harimu berakhir Karena takdir Tuhan. Dikelilingi sahabat dan keluarga Mereka menangisi kepergianmu bukan uangmu”Roman Picisan

 

“Aku melihat cinta di kejauhan.. Indah tatapnya.. Manis senyumnya.. Ku kira.. Dia kan datang.. Nyata nya hanya menaruh angan.. Hatiku diam.. Meratap takdir yang ku genggam. Ku tenun harapan.. Tapi Tuhan yang punya ketentuan.”Roman Picisan

 

“Roda mesin yang ku naiki ini.. Terus menjauh.. Apa dia kembalipun.. Aku tak tau.. Yang kini ku tau.. Hanya Wulandari.. Yang searang jauh dan ku rindu.. Yang sekarang jauh Dari tatapan mataku.. – Roman Picisan

 

“Biarpun jarak membentang Mata tak bisa saling memandang.. Ku biarkan kata-kata berkelana Menembus hati yang jauh Menghapus.. Semua air mata yang jatuh”Roman Picisan

 

“Penyesalanku membuncah tak terbendung Saat kusadari.. Ku tak mampu membuatmu terlindung Hati dan jiwaku luluh lantak Saat kulihat keindahan di hadapanku terkoyak Andaikan keajaiban tercipta untukku Ku ingin hadirkan peduliku ke sisimu”Roman Picisan

“Bapak.. Kulihat gurat lelah di wajahmu Membias menyapu senyum di bibirmu Tapi aku tau Lelahmu tak memudarkan kasih sayangmu Mak, Kaulah pelangi diruang damaiku Kau hempaskan peluh dengan kasihmu Agar damai ini selalu hangat bersamaku Lalu.. Kulihat malaikat kecil yang kusebut adik Tersenyum membawa damai Tertawa ceria membawa suka Bukan harta yang menjadi warisan tak terperih Namun keluarga yang saling menyayangi”Roman Picisan

 

“Rindu.. Kau remas hatiku saat hasrat ingin bertemu Tapi terhalang oleh waktu Waktu.. Jika nanti terobati rinduku Kumohon hentikan detikmu Agar aku bisa selamanya selalu”Roman Picisan

 

“Pelangi itu, kini bisa kulihat lagi warnanya senyum itu, kini bisa kurasakan lagi manisnya Bidadari itu, masih tetap sama indahnya Masih tetap sama namanya masih tetap Wulandari yang ku puja”Roman Picisan

“Ini bukan tentang romansa Tapi ini tentang arti bersama Saat tangan terbiasa merangkul Kini patah karena ego yang terkumpul Sahabat.. Langkah kita biarlah terus beriringan Tanpa ada amarah di angan Jangan biarkan dahan kita patah Jangan biarkan persahabatan terbelah Kau lah.. Arti bersama yang sesungguhnya”Roman Picisan

 

“Malam ini.. Ku tatap jelaga hitam Menyelimuti hati yang terperosok dalam.. Aku sesak.. Aku tenggelam dalam dendam Aku teriak.. Dalam amarah dan gigi gemertak Ku butuh kedamaian.. Untuk meraihku dari ruang hampa yang gelap Dari dendam yang membuat pengap Hampiriku wahai ikhlas Karena ku tak ingin, semakin tergilas”Roman Picisan

 

“Cintaku sederhana.. Saat ku lihat bidadariku tersenyum, Kupastikan dia akan ada di pelukku.. Takkan pernah ku biarkan siapapun merampas Keindahan pelangi di matanya Rasaku juga tetap sama.. Biar pelangi itu.. Belum tentu bisa ku genggam.. Tapi ku selalu menatap warna indahnya..”Roman Picisan

 

“Hitam menyelimuti langitku, melahap senjaku Wahai malam, Gelapmu sungguh kelam Membuatku tak mampu terpejam Wahai bintang gemerlap, Bersinarlah kerlip-kerlap Terangi langit itu, Sinari hatiku”Roman Picisan

“Kupikir.. Aku sudah membuat semua orang iri Karena ku terbang bersama bidadari Khayalku membumbung ke angkasa Anganku.. Menari melintasi cakrawala Namun.. Seketika badai menghajar Meremukan khayalku tanpa ampun Menghempas anganku bagai lapas Kini ku terdiam dalam perih Meratapi bidadari yang tak mampu ku raih”Roman Picisan

“Bulan purnama itu merintih Bidadariku tertatih Senyumannya tak bisa kunikmati Cerianya tak hadir pagi ini Sembuhlah purnamaku Sehatlah bidadariku Karena aku tidak mampu Melewati satu hari tanpa tawamu”Puisi Roman Picisan

“Ya Allah Hamba tak punya hak untuk meminta kepadamu Agar semua permasalahan ini pergi dari hamba Tapi hamba mohon kepadamu ya Allah Berikanlah kekuatan dan kesabaran Agar hamba bisa menjalani ini semua Dan buatlah hamba percaya Akan ada rencanamu yang indah di balik semua ini”Roman Picisan

Ku ingin terbang kelangit itu menggapai bintang nan cemerlang tuk ku persembahkan pada bapak ku Ku mau menyelam samudra mendapatkan mutiara nan berkilau untuk ku mahkotakan pada mamak ku namun.. yang kudapat hanyalah pecahan kaca yang merobek harapa bapak menjadi luka yang menghancurkan mimpi mamak – Roman Picisan

Cintaku sederhana.. Hanya ingin disisi wulandari.. Menjaga bulan purnamaku tanpa henti.. Melindungi bidadariku tanpa terganti.. Namun… Takdir memaksa cinta ini menjadi kering.. Hanya sebagai hiasan dingding.. Karena dianggap tak pantas bersandingRoman Picisan

Reactions

Disukai Oleh

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.