Puisi Roman Picisan Yang Bikin BAPER

Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi

“Kau ada di dekatku..
Bahkan ku dapat memelukmu..
Tapi jiwamu tak ku rasakan..
Hatimu juga tak ku dapatkan..
Dingin..
Tatapanmu pun membeku..
Perih ku rasa saat kau menolakku..
Bidadari..
Kapankah ini akan berakhir..
Akankah es kebencian di hatimu mencair..” – Puisi Roman Picisan

 

“Wulandari..
Saat ku miliki dirimu..
Ku paham arti kata abadi..
Karena kau..
Telah terpaku di hati..
Karena kau..
Selamanya tak akan terganti..
Menjagamu adalah janjiku..
Melihat air matamu..
Adalah deritaku..
Karena harapanku cuma satu..
Bahagiakanmu..
Buatmu tersenyum selalu..”– Roman Picisan

“Kuterbaring tanpa daya..
Tak mampu menyapa..
kehilangan hak untuk berkata-kata..
Namun kumohon
Hapuslah air mata
Jangan menangis,
Ataupun bernestapa..
Karena aku,
Takkan menyerah bergitu saja..”– Roman Picisan

 

“Mataku tertutup
Namun jantungku tetap berdegup
Wulandari..
Kumohon jangan berpikir tuk pergi
Bidadariku
Jangan buat aku gugup
Karena kehilanganmu..
Aku tak sanggup” – Roman Picisan

“Beruntungnya wanita itu
Yang selalu dapatkan hatimu
Sedangkan aku..
Hanya bisa memandangimu
Mati-matian kuhancurkan iri
Karena ku tak mau
Cerita ini mendengki”– Karin

“Luka ini sakit mengiris
Namun hatiku lebih menangis
Kenapa masih tiada kata terucap
Apakah rasamu telah menguap
Apakah bencimu tak terobati
Apakah pengorbanan ini tak cukup berarti”– Roman Picisan

 

“Hai bulan purnama yang sedang tenggelam
Ingatkah kau hari ini tanggal enam
Sudah sebulan kita menjalani romansa
Menumbuhkan cinta
Ku ingin kau selalu percaya
Bahwa ku tak ingin menabur luka membuatmu kecewa
Tetaplah menjadi bidadari, yang selalu dapat ku genggam
Yang selalu dapat ku saksikan senyumnya
Yang selalu dapat ku cinta”Roman Picisan

“Kupikir tanggal enam
Adalah tanggal yang indah
Tanggal bersejarah
Namun kini..
Tanggal enam membuat hatiku berdarah
Kenapa permintaanmu begitu sulit
Kenapa disaat
Hatiku sudah kau lilit..
Tak bisakah
Kau biarkan aku kembali
Tak mampukah kita rajut
Kebersamaan ini lagi”– Roman Picisan

 

“Walau memilikimu hanyalah angan..
Tapi kau ukir wajahku dengan senyuman..
Hatimu memang miliknya,
Tapi ada di dekatmu saja aku bahagia..
Tak peduli hanya kau anggap teman..
Yang penting..
Ku merasa nyaman..”– Karin

 

“Hari terasa lambat merangkak,
Bahkan jam dinding
Seakan tak bergerak
Alasannya hanya satu
Karna kujalani semua
Tanpa hadirmu
Jangan sembunyi bulan purnama
Ku haus cahayamu sirami raga
Jangan pergi wahai bidadari
Rasaku layu
Jika senyummu tak menghiasi”– Puisi Roman Picisan

 

“Rasaku menggelepar
Saat pipi ini kau tampar
Romansaku berduka
Saat kau pergi dengan dia
Kenapa kau suruh aku pergi
Padahal kau tempatku untuk kembali
Kemana lagi cintaku harus berpijak
Kalau kau pergi..
Tanpa menginggalkan jejak” – Roman Picisan

 

“Walaupun rasamu telah musnah
Bagiku..
Rasa ini tetap yang terindah..
Wahai purnamaku yang jelita..
Lupakah engkau janji kita..
Yang terangkai saat indahnya senja..
Ku mohon..
Tetaplah cahayamu terjaga..
Agar aku..
Tak akan kehilangan cinta kita..”– Roman Picisan

 

“Cinta ini buatku jadi penakut
Aku takut terbang ke langit
Jika nanti dihempaskan tanpa pamit
Aku takut berangan
Jika nanti di buang tanpa kenangan
Kau terlalu hebat untuk ku dapat
Kau terlalu sempurna untuk ku cinta
Sementara aku
Hanya seorang wanita biasa”– Karin

“Ada apa dengan rasaku..
Apakah cintaku mengaku kalah..
Apakah sang pujangga telah menyerah..
Aku tetap tak tau..
Yang ku tau aku merasa khawatir..
Karena slalu ku saksikan air matamu saat ku hadir..
Hari ini..
Ku putuskan untuk menyingkir..
Agar senyum di wajahmu kembali terukir..”– Puisi Roman Picisan

 

“Kamu..
Adalah keindahan favorit ku
Mataku selalu tertuju padamu
Menghindarimu..
Sungguh aku tak mau
Tapi ku paksa raga ini untuk setuju
Walaupun rasaku menangis pilu” – Roman Picisan

 

“Cinta ini di injak-injak..
Oleh mereka yang congkak dan tak bijak..
Ku sadar badai ini terlalu hebat..
Hingga pertahanan cintaku hampir karam..
Tapi aku coba ..
Kalau cinta kami sempurna..
Kami pasti mampu bertahan..
Cinta kami takkan tenggelam..” – Puisi Roman Picisan

“Sesaat kemarin
Ku kehilangan pesonamu..
Tapi kini
Ku bisa rasakan kehangatanmu..
Kumohon..
Jangan pernah kau membisu lagi..
Jangan berpikir untuk lari lagi..
Karena diammu, memadamkan senyumku..
Pergimu..
Membutakan arah langkahku..
Tetaplah kau di sampingku..
Karena kita..
Adalah dua jiwa..
Yang menjadi satu..” – Puisi Roman Picisan

 

“Romansa ku bernyanyi penuh nada..
Rasaku menari luapkan bahagia..
Tak pernah ku sangka bercanda denganmu
Menjadi begitu berharga..
Hari-hari bersamamu tak pernah ingin kulupa
Tuhan..
Jagalah kemesraan ini..
Biarkan restu semesta
Iringi langkah kami..” – Puisi Roman Picisan

“Di kala senyummu..
Mampu menepis sunyiku..
Percayalah..
Sejak saat itu..
Tangis pun ku sebut tawa..
Dan jangan pernah sekali-kali
kau bertanya kepadaku..
Mengapa aku mencintaimu..
Karena Hawa tak pernah bertanya kepada Adam
Mengapa ia di ciptakan..” – Samuel

“Memag hanya selembar kertas..
Tapi membuat jantungku berdebar keras..
Surat itu buatku khawatir..
Akan membuat hubungan ini berakhir..
Ku mohin bidadariku..
Jangan pernah kau berikan jarak untukku..
Karena ku sadar..
Ku tak mungkin bisa jauh..
Meskipun dari bayanganmu..” – Puisi Roman Picisan

 

“Cintaku padamu adalah pasti..
Jangan kau tuntut pengorbanan..
Karena jiwapun rela ku berikan..
Jangan kau iju kesetiaanku..
Karena berpalingpun aku tak mampu..
Jarak bisa pisahkan kita..
Tapi waktu akan persatukan kita selamanya..”  – Puisi Roman Picisan

Puisi Roman Picisan

Demikian semua puisi roman picisan yang saya dapat kumpulkan dari berbagai sumber. Semoga dapat dinikmati untuk berbagai keperluan anda, seperti untuk pacar, sahabat dan lain – lain.

Reactions

Disukai Oleh

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.