Puisi Kau Sungguh Terlalu, Hakim Praperadilan Setya Novanto

Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi
Kau Sungguh Terlalu

Dada ini terasa begitu mendidih…
Melihat pesta pora penghianatan.
Peragaan kepalsuan digelar kasat mata..
Dipertontonkan begitu terbuka..
Dilihat jutaan pasang mata..

Kau sungguh terlalu..
Jabatan agung kau permainkan..
Rasa keadilan kau jauhkan..
Keputusan ambigu kau bacakan..
Terdengar tersendat terbata..
Bodoh, dungu terlihat..
Inikah pertanda kepalsuan?

Penghianatan apa lagi kau pertunjukkan…
Sungguh tak tahu malu..
Berani kau pegang palu..
Kau ketukkan menghianati bangsamu..
Kau ketukkan menghinakan dirimu..
Kau ketukkan mempermalukan anak cucumu..

Lihatlah dirimu…!!
Hidupmu mendekati uzur..
Tubuhmu mendekati liang kubur..
Tapi adakah hati luluh mengendur..
Peduli pada negeri yang hancur..
Merasakan nasib mereka yang lebur..

Lihatlah dirimu..
Apa makna jubah kebesaranmu..
Sungguh kau nistakan kehormatan..
Kau jadikan penutup kepalsuan..
Kau jadikan pembungkus kebusukan dan kehinaan..

Semoga Tuhan yang kuasa..
Memberi ampun atas penghianatanmu..
Kepada bangsamu…

Karya Imam Prasodjo

Reactions

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.