Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi

Puisi Berantai ; Pengamen, Preman Dan Ustadz

Pengemen :
Dengarkan laguku, lagu tak merdu dari suara yang sayu, diantara batas kota yang terpuruk kudendangkan lagu untuk menemani ……

Preman :
Diriku mabuk. Mabuk oleh miras yang tak karuan rasanya. Nikmat sekali….

Ustadz :
Dosa – dosa kita seperti pasir. Amat banyak hingga tak terhitung, Hanya Allah lah yang maha pengampun. Pun seperti saya belum tentu masuk syurga, bahkan bisa menjadi penghuni neraka seperti anjing – anjing yang penuh dosa. Mari kita….

Preman :
Minum bersama – sama. Aku tak mau sendirian mengecap minuman syurga. Inilah syurga dunia. Inilah….

Pengamen :
Lagu yang indah tentangku yang miskin. Yang makan dengan menyanyikan lagu, tanpa masa depan, tanpa….

Ustadz :
Iman di dada. Maka kita hanya akan menjadi orang – orang kafir. Sekarang banyak sekali manusia – manusia yang jatuh dalam lubang kenistaan. terseret arus kemunafikan, sehingga mereka lupa bahwa

Preman :
Preman juga manusia, kami tersesat tapi kami dibiarkan. Bahkan para ustadz mengatakan kami…..

Pengamen :
Hanya pengamen jalanan. Hidup tanpa kehormatan. Tak sealim ustadz, tapi dihina serendah bajingan. Kami hanyalah,,,

Ustadz. :
Pendosa yang ingin bertaubat. Mari kita bertaubat bersama – sama. Agar tidak sampai….

Preman :
Mabuk. Mabuk. Mabuk.

Reactions

0
2
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

2

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.