Puisi AADC 1

Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi
Puisi aadc 1

Berikut merupakan 3 puisi di film AADC 1 ( Ada Apa Dengan Cinta 1 ), yang sangat terkenal dikalangan remaja saat itu. Film ini diperankan Dian Sastrowardoyo (Cinta) dan Nicholas Saputra (Rangga), serta di sutradarai oleh Rudi Soedjarwo. Ketiga puisi aadc 1 ini sebenarnya hasil buah karya tokoh sastra Indonesia yaitu Rako Prijanto.

Puisi Oleh Cinta

Ketika tunas ini tumbuh..
Serupa tubuh yang mengakar…
Setiap nafas yang terhembus adalah kata…

Angan, debur dan emosi..
Bersatu dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat
Lidah kita menyatu

Maka setiap apa terucap adalah sabda pendita ratu
Ahh.. diluar itu pasir diluar itu debu
Hanya angin meniup saja
Lalu terbang hilang tak ada

Tapi kita tetap menari
Menari cuma kita yg tau…
Jiwa ini tandu maka duduk saja
Maka akan kita bawa…

Semua
Karena….
Kita.. Semua.. Adalah.. Satu

Puisi aadc 1 yang ini dibacakan oleh Cinta ketika sedang bersama dengan keempat sahabatnya, Alya (Ladya Cheryll), Maura (Titi Kamal), Milly (Sissy Pricilia), dan Karmen (Adinia Wirasti). Puisi ini dibacakan juga oleh Cinta disaat ada loba puisi. Bercerita tentang bagaimana kisah persahabatan mereka berlima.

Puisi Oleh Rangga ( Saat Perpisahan )

Kulari ke hutan kemudian menyanyiku…
Kulari ke pantai kemudian teriakku
Sepi… sepi dan sendiri aku benci
Ingin bingar aku mau di pasar

Bosan aku dengan penat
Enyah saja engkau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri

Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh

Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera?
Atau aku harus lari ke hutan, belok ke pantai?

 

Di dalam film AADC 1 puisi ini adalah puisi karya Rangga yang menjadikan Rangga sebagai pemenang di lomba puisi sekolah. Yang dikirimkan Mang Diman untuk acara lomba puisi tahunan, penjaga sekolah, yang sekaligus salah satu orang terdekat Rangga.

Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur dihatimu

Yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya
Meninggalkan hati untuk dicaci
Baru sekali ini aku melihat karya surga dalam mata seorang hawa..

Ada apa dengan cinta
Tapi aku pasti akan kembali
Dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya

Bukan untuknya
Bukan untuk siapa
Tapi untukku..
Karena aku ingin kamu…
Itu saja…

Puisi yang dituliskan Rangga dalam buku hariannya dan kemudian ia berikan kepada Cinta ketika mereka berpisah di bandara.

Puisi AADC 1
5 (100%) 1 vote


Reactions

Tinggalkan Balasan