Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi

Aku adalah kesadaran pada hidup
setiap tarikan nafasku adalah kamu
jejak yang hilang adalah imaji tentang lalu
sesaat kau tinggalkan Sapa di jam 3 Malam

Lambat laun amarah mengalir deras pada nadiku
Engkau yang meminta waktu untuk di kecup meski isyarat
buatku jengah tanpa hadirnya semilir keindahan
lalu engkau pergi lari hingga tak sempat aku kejar

Suatu hari aku pernah berdoa di malam
memintaNya untuk aku sempat hadir di mimpimu
namun penolakan telak di balik bahagiamu
kau telah berirama dengan asmara, namun bukan denganku

memang layak aku bersinergi dengan Sepi
menunjukan hal indah pada dirimu hanyalah tontonan belaka
yang membuatmu tertawa sekejap lalu hilang kembali pada nalarmu
Sebagai pemandun rindu untuk dirinya

Setidaknya aku pernah menoreh peristiwa denganmu
dengan senyum serta langkah langkah lucu kita di kota
Menenangkanmu dalam marah dan sedih
menyatakan rasa dikala engkau ragu

aku masih disini jika engkau masih di situ
aku tak pernah meminta yang lain selain dirimu
namun jika engkau sudah membumi dengan jalan yang pasti
Aku pastikan aku mundur, Melupakan, dan melenyapkan Tentangmu

Aku akan anggap ini adalah Dongeng yang di harapkan engkau ceritakan pada dunia, Bahwa dulu ada seorang pejuang yang telah gugur dimedan Rindu

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.