Pengagum Rahasiamu

Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi
Pengagum Rahasiamu

Kau yang selama ini kukagumi diam-diam.
Apa kabarmu saat ini?
Masihkah kau mengingatku?
Iya, Aku adalah pengagum rahasiamu .
Aku temanmu sendiri.

Masihkah kau mengingatku ?
Mengingat saat pertama kali kita bertemu.
Senyuman yang selalu menghiasi bibir mu, kata yang selalu terucap dengan indah.
Masih terbayang dan tersimpan jelas di relung hatiku.

Hei, Temanku..
Maafkan aku yang secara diam-diam telah mengagumimu.
Maafkan aku yang bahkan malah merubah kekaguman itu menjadi rasa cinta.
Aku tahu, mungkin aku bersalah memiliki rasa itu terhadapmu.
Tapi bukankah Cinta itu (tak) pernah salah?
Maaf jika aku mengecewakanmu.

Teman ..
Aku tak menuntut sesuatu yang bukan hakku.
Memang benar aku mencintaimu.
Dan rasa itu telah kupendam selama sepuluh tahun lalu.
Mungkin terkesan sangat aneh, namun semua itu benar adanya.

Karena Nyatanya rasa itu ada sejak dulu.
Tapi, aku kan berusaha untuk belajar mengikhlaskan rasa.
Aku tahu aku bukan siapa-siapa, kehidupanku berbeda dengan dirimu.
Aku tak dapat memaksakan segala rasa ini.
Meski cinta itu masih selalu ada.
Karena aku selalu menjadi pengagum rahasiamu.

Maafkanlah aku atas kejujuran ini.
Jika saja aku mengutarakan rasa itu,
Mungkin saja kau tak akan tetap disini.
Meskipun kau takkan pernah tahu perasaanku.
Tak mengapa, karena aku hanyalah pengagum rahasiamu ku do’akan agar kau selalu berbahagia.
Dariku Pengagum Rahasiamu.

Pengagum Rahasiamu
5 (100%) 1 vote


Reactions

Disukai Oleh

Tinggalkan Balasan