Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi

Di balik besi,,
Aku tertawa renyah ketika mengingat kau mati dengan belatiku
Sesekali kepedihan datang merayapi jiwa
Aku yang malang,,

Kau ikat kedua tanganku di tepi ujung tombak…
Perlahan, jarum berlobang itu kau dorong menembus kulitku..
Binar mataku meredup perlahan..
Ketika biusmu menyerang saraf otakku…
Mematikan aku untuk sementara…

Di balik besi,,
Kau memanggilku orang gila..
Karena cita-citaku untuk berpendidikan tinggi…

Ah… Sungguh gila!
Di negeri orang ku peras keringat..
Untuk lembaran bergambar dan bertuliskan rupiah..

Ah… sungguh gila!
Kau minum perasan keringatku untuk mengenyangkan perutmu
pernahkah kau berpikir tentang aku?

Lantas… api tersulut membakar emosi
Asap hitam nan pekat menutup mata dan hati
Mentitahkan ujung belati mencabut nyawamu…

Ku menangis, kertas putihku kau nodai dengan darah
memisahkan aku dengan diriku..
Ku tak dapat kembali
Mereka memanggilku orang gila…

1

Reactions

Disukai Oleh

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.