Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi
Kamu mungkin pintar
Tapi takkan guna jika hanya berkelakar
Hanya berkerumun dalam komunitas terpapar
Tak berkutik pada sesuatu yang bernalar
Bahkan pada wajibmu yang tersadar...

Kamu mungkin hebat
Tapi tiada guna jika hanya tuk menjilat
Hanya tertuju pada sesuatu yang terjabat
Jiwa raga yang kau anggap bermartabat
Atau mungkin nuranimu memang sudah beja...

Kamu mungkin manusia berpangkat
Bergerombol pada komunitasmu yang terlihat hangat
Tanpa kau dengar jeritan lain yang tertambat
Kau butakan semua yang kau lihat
Yang nyata selalu nampak olehmu setiap saat

Kebenaran hanya milikmu wahai penguasa
Kepintaran sesungguhnya hanya bagimu yang punya kuasa
Kesuksesanpun niscaya hanya untukmu yang punya adidaya

Tapi kau lupa wahai manusia
Sesungguhnya hidupmu dibatas usia
Kuasamupun dibatas ujung jari kita

Kau lupakan nuranimu yang masih menyisa titik putihnya
Kau abaikan nalurimu yang sungguhnya pasti sadar akan asa
Kau menabur awal siksa untuk waktu hidupmu yang tersisa

Karena diatas langit masih ada langit
Dan adidayamu hanya terbatas tipisnya kulit
Dibalik simpati yang hilang karena retorika tidak konkrit
Tertutup ambisi yang entah apa dan siapa
Dendam yang entah kapan bisa sirna...

Semoga hatimu masih bisa diketuk tuhan
Agar semua bisa bersama dalam jalan kebaikan

Karena sesungguhnya....
Ukhuwah kita diatas segalanya
Selama iman dan kasih sayang menjadi landasan yang utama

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Disukai Oleh

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.