Lagu Ombak – Kahlil Gibran

Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi
Lagu Ombak
Lagu Ombak


Pantai yang perkasa adalah kekasihku,
,,
Dan aku adalah kekasihnya,
,,
Akhirnya kami dipertautkan oleh cinta,
,,
Namun kemudian Bulan menjarakkan aku darinya.
..

Kupergi padanya dengan cepat..
Lalu berpisah dengan berat hati.
,,
Membisikkan selamat tinggal berulang kali…
Aku segera bergerak diam-diam
Dari balik kebiruan cakerawala
..
Untuk mengayunkan sinar keperakan buihku
Ke pangkuan keemasan pasirnya…

Dan kami berpadu dalam adunan terindah.
Aku lepaskan kehausannya
…
Dan nafasku memenuhi segenap relung hatinya
…
Dia melembutkankan suaraku dan mereda gelora di dada.
…

Kala fajar tiba, kuucapkan prinsip cinta
di telinganya, dan dia memelukku penuh damba…
Di terik siang kunyanyikan dia lagu harapan…
Diiringi kucupan-kucupan kasih sayang
…
Gerakku pantas diwarnai kebimbangan
…
Sedangkan dia tetap sabar dan tenang….

Dadanya yang bidang meneduhkan kegelisahan…
Kala air pasang kami saling memeluk…
Kala surut aku berlutut menjamah kakinya
…
Memanjatkan doa..

Seribu sayang, aku selalu berjaga sendiri
…
Menyusut kekuatanku…
Tetapi aku pemuja cinta,
..
Dan kebenaran cinta itu sendiri perkasa,
,,
Mungkin kelelahan akan menimpaku,
,,
Namun tiada aku bakal binasa.
Oleh: Kahlil Gibran

Lagu Ombak – Kahlil Gibran
5 (100%) 1 vote


Reactions

Tinggalkan Balasan