Kerawang Bekasi – Karya Chairil Anwar

Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi
Krawang Bekasi

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak..Merdeka..!!! dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami..
Teruskan, teruskan jiwa kami…
Menjaga Bung Karno..
menjaga Bung Hatta..
menjaga Bung Sjahrir…

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi….

Brawidjaja,
Jilid 7, No 16,
1957

Pengarang : Chairil Anwar

Play Musikalisasi Kerawang Bekasi – Chairil Anwar

Reactions

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.