Puisi Cinta ; Kanvas Dan Pelukis – Michelle Amelia C.

Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi
Kanvas Dan Pelukis

Bayangkanlah aku sebagai kanvas putih tanpa cela…
Dimana aku mengidamkan satu warna untuk kanvas putihku…

Setelah penantianku,
Datanglah seorang pelukis…
Ia melukis aku yang kosong dengan warna biru langit…

Tak perlu lama untuk menyadari
Aku jatuh cinta pada biru.
Terobsesi lebih tepatnya.
Namun tak lama setelah itu
Pelukis biru itu pergi untuk kanvas putih lainnya..

Lalu datanglah pelukis lain..
Terlihat lebih amatir dari pelukis sebelumnya
Apakah aku rela kanvas indah berwarna biru ku ternodai oleh amatiran ini?

Tapi apa daya.
Aku hanyalah kanvas.
Tergoda akan dorongan warna.

Pelukis amatir ini tersenyum saat melihat ku.
Polos katanya.
Polos apanya?
Tidakkah dia melihat betapa diriku dilumuri oleh warna biru?

Lalu dalam seketika
Kurasakan tubuhku dilumuri oleh sejuta warna.

Apa ini?
Setelah menghabiskan seluruh warnanya
Dia mengangkatku lalu berkata…
Cantik.!!!

Kulihat diriku di kaca sebrang ruangan
Cantik katamu?
Aku seperti si buruk rupa!
Apa ini!
Aku mau biruku kembali!

Tapi dia berbisik pelan
Aku memberimu sejuta warna
Aku memberimu semua warnaku
Apakah kau tidak senang?
Cobalah melihat dari sisiku.

Aku tertegun
Kulihat lgi diriku di cermin
Dari sisi pelukis amatir

Guratan tersembunyi
Makna tersembunyi
Arti yang tersembunyi.
Untuk pertma kalinya.

Dalam 19tahunku, tak pernah aku melihat kanvas seindah ini.
Kanvas yang dibeli saudagar kemarin, tidak ada apa”nya dibanding aku.
Untuk kedua kalinya,
Aku jatuh cinta pada warna…

Tapi…
Ini yang pertama kalinya
Aku jatuh cinta pada sejuta warna.

Terimakasih amatir.

By : Michelle Amelia C.

Reactions

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.