Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi

Allahu Akbar…
Puisi munajat kuhantarkan padamu wahai berjuta-juta hati yang ada di sini
Engkau semua bersaudara dan kita bersaudara tersambung, terekat, tergabung bagai kalung lentera di semesta
Sorot-sorot mata kalian bersinar, wahai saudara
Mencabik-cabik keraguan…
Meluluhlantakkan kesombongan….

Karena mata-mata kalian nan jernih mengabarkan pesan kemenangan yang dirindukan, Insyaallah, pasti datang
Allahu Akbar
Kemenangan kalbu yang bersih….
Kemenangan akal sehat yang jernih…

Kemenangan gerakan-gerakan yang berkiprah tanpa pamrih….
Dari dada ini telah bulat tekad baja…
Kita adalah penolong-penolong agama Allah….

Jangan halangi…
Jangan sanggah…
Jangan politisasi…
Sebab ini adalah hati nurani…

Dari mulut-mulut kita telah terlantun salawat, zikir, dan doa bergulir…
Mengalir searah putaran bintang-bintang bertriliun banyaknya…
Tersatukan dalam munajat 212…

Miliaran matahari itu saudaraku…
Merekatkan diri menjadi gumpalan kabut cahaya raksasa di semesta…
Bukti kebesaran Allah Azza Wa Jalla…
Begitulah kita saudaraku..
Harusnya kita saling merekat…

Wahai para pejuang fisabilillah di dalamnya…
Ayo munajat…
Ayo rekatkan umat…

Jadikan barisanmu kuat dan saling rekat…
Rekatkan Indonesiamu…
Rekatkan jiwa-jiwamu…
Rekatkan langkah dan tindakanmu…

Ya Allah…
Berjuta tangan para pejuang agamamu ini mengepalkan tinju mereka…
Berseru-seru mereka…
Menderu-deru mereka…

Di setiap jengkal udara hingga terlahir takbir kemenangan…
Kemenangan di ujung lelah menggema takbir bersahut-sahutan…
Berjuta sajadah akan kita hamparkan sebentar lagi, kawan…

Berjuta kepala menangis bersujud bersyukur
Basah air mata dalam bahagia kemenangan sebentar lagi tiba
Allahumma inni a’uzubika min jahdil bala’i wa darkisy syaqa’i wa su’il qada’i wa syamatatil a’da’i

Jauhkan kami dari bala musibah yang tak dapat kami atasi
Lindungkan kami dari kegembiraan orang-orang yang membenci kami
Rekatkan jiwa-jiwa patriot kami dalam keikhlasan

Di nadi-nadi kami
Di jantung-jantung kami
Di pundak-pundak kami
Di jari-jari kami

Yang telah memilih untuk hanya selalu berdua
Kita dan Allah Azza Wa Jalla
Selalu berdua

Kita dan Rasulullah kekasih semesta
Selalu berdua
Kita dan saudara mukmin saling menjaga
Selalu berdua

Kita dan pemimpin yang membela hak-hak umat seutuhnya
Duhai Allah Rabb
Jangan kau jadikan hati kami bagai si penakut pengecut
Sebab kami terlahir di tanah para pahlawan pemberani

Yang rela mengorbankan jiwa raga harta dan segalanya
Jangan jadikan hati kami lalai dan gentar
Karena kami lahir dan besar dibimbing para ulama kami yang sabar

Menetap jantung-jantung kami untuk menjadi pendekar
Yang berani berpihak pada yang benar

Duhai Allah….
Jangan kau jadikan hati kami dari tertutup
Dari cahaya terang kebenaran yang menyala di malam-malam munajat

Saat Engkau turun ke jagat dunia
Telah Engkau bersaksikan
Kami tegak berdiri, ya Allah

Kami meminta menangis hingga basah sekujur diri kepada-Mu
Seluruh harapan kami dambakan
Akan Kau tolong atau Engkau binasakan
Akan Kau menangkan atau Engkau lantakkan
Itu hak-Mu

Namun kami mohon jangan serahkan kami pada mereka
Yang tak memiliki kasih sayang pada kami dan anak cucu kami
Dan jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan menangkan kami

Karena jika Engkau tidak menangkan

Kami khawatir ya Allah

Kami khawatir ya Allah
Tak ada lagi yang menyembah-Mu

Ya Allah
Izinkan kami memiliki generasi yang dipimpin
Oleh pemimpin terbaik
Dengan pasukan terbaik
Untuk negeri adil dan makmur terbaik
Takdirkanlah bagi kami

Generasi yang dapat kami andalkan
Untuk mengejar nubuwwah kedua
Wujud dan nyata

Dan lahirnya sejuta Al Fatih di Bumi Indonesia
Allah Rabb…
Puisi munajat ini kubaca bersama saudara-saudaraku
Mujahid mujahidah yang datang berbondong-bondong dari segala arah
Maka inilah puisi munajat

Mengetuk-ngetuk pintu langit-Mu
Bersimpuh di pelataran keprihatinan
Atas ketidakadilan

Atas kesewenang-wenangan
Atas kebohongan demi kebohongan
Atas ketakutan dan ancaman yang ditebar-tebarkan
Atas kepongahan dalam kezaliman yang dipamer-pamerkan

Dalam pertunjukan kekuasaan
Yang mengkerdilkan Tuhan
Yang menantang kuasa Tuhan
Yang tidak percaya bahwa Tuhan pembalas sempurna

Reactions

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.