Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi

Diamlah Bersama Doa

Mudrotul

 

Mengapa harus selalu senja ?

Asyik  dipuja dan dimanja

Melalui  kata anggun nan indah

Dirangkainya  dengan sangat tabah

 

Mengapa juga lagi-lagi kata rindu ?

Yang kau sedu dalam kalbu

Hanyut dalam harap  kelabu

Menunggu temu  tak menentu

 

Sebab apa datangnya hujan jua slalu kau sebut?

Taburannya ada dalam kisah berlarut

Tawa kau ingat  ,duka  kau semat

Sejarahpun kau lipat

Dalam dada rapat-rapat

 

Tenanglah,dikau

Sang  fajar  telah menunggumu

Dibalik bilik jendela kamarmu

Menanti  doa  diujung  malammu

Akan disampaikannya pada Tuhanmu

Segala apa  yang kau mau

 

 

Dalam buku berjudul “Menenun Rinai Hujan ”  Kolaborasi bersama Eyang Sapardi Djoko Damono dan penulis terpilih se Indonesia 2019 

 

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.