Diam

Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi

Kamu yang mengunci mulut. Enggan berkata walau sepatah. Memendam amarah dan kecewa sendiri, terkubur perasaan.

Jangan sendiri, berbagi sini denganku. Seminimalnya akan ku dengarkan. Tak apa hanya ada kesal dan sedihmu isinya. Asal senyummu bisa kembali.

Jangan disitu, sini denganku. Kita duduk, hanya berdua. Berbagi kisah, kita tepis dulu masalahnya. Yang penting aku masih bisa dengar suara gelak tawamu.

Kamu yang menangis dalam diam. Jangan malu, ada aku. Tak apa, semua akan baik-baik saja. Dunia tidak akan berakhir bukan dengan kamu menangis semau kamu?

Kamu yang hatinya tak bisa aku raih. Kembali.
Aku suka senyum dan tawa mu. Kemana perginya?
Riangmu yang tiap kali aku rindukan? Kemana?

Kamu yang mengunci mulut. Yang menyembunyikan luka.
Hey! Tersenyumlah! Aku rindu senyum dan riang mu ~

 

Reactions

Disukai Oleh

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.