Diam

Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi
Diam
Diam

Kemarin kita berjumpa..
Tetapi sama-sama tak bersua…
Kemarin kita tersenyum bersama
Tetapi hal itu tak lama..

Kemarin kita juga bertatapan…
Tetapi sama-sama memalingkan..
Kemarin kita duduk bersama…
Tetapi terhalang jarak yang berirama..

Kau lihat? Mentari itu..
Dia menertawakan kita…
Dan kau dengar? Burung-burung itu..
Mereka membicarakan kita..

Kau tahu kenapa??
Mentari telah menghangatkankan suasana..
Tetapi kau, membekukannya..
Burung-burung telah memeriahkan suasana…
Tetapi kau, kembali mengheningkannya..

Bukan aku yang salah..
Tetapi keangkuhanmu kepada dunia..
Yang tak mau mengakui kiranya..
Ada sesuatu di antara kita…
Lalu kita berdua sama–sama terluka

To: Rembulan Teristimewa
Oleh : Kusna Desita

Diam
5 (100%) 1 vote


Reactions

Disukai Oleh

Tinggalkan Balasan