CUMA DI DUNIA

Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi

Algojo siap beraksi

Kepala terdakwa diayunkan cepat

Mata pisau diam menyambut

Tak ada yang terluka

Darah tetap pada tempatnya

Penonton tertegun, jaksa berteriak ditelinga

Mengapa kau tetap menghukumnya

Padahal jelas-jelas dia bersalah!

Semua berdiri ketika hakim bernyanyi dengan palunya

Apa pembelaanmu algojo

Mengapa dia tidak berdarah

Mengapa semua sesuai pada tempatnya

Algojo tertawa, hanya bercanda yang mulia!

Hakim tersenyum meneteskan airmata

Tepuk tangan bergema satu suara

Rupanya itu hanya sandiwara

Cuma di dunia.

Reactions

Disukai Oleh

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.