Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi
Cermin

Bola mata menusuk kian dalam…
Terpaku pada muka lusuh ini…
Disudut remang remang cahya pijar…
Berderu menjerit pilu…

Ingin ku lepaskan bongkahan hati yang mati ini…
Tak mampu lalu aku membisu…
Membiarkan buliran air basahi malam itu…

Siapa aku..
Raga pemilik wajah lusu…
Ataukah bayang yang menangis sendu…
Remuk harapan…

Hancur..
Itu yang ku tahu…
Tuhan bayang ini punya nama…

Dia aku…
Yang siap sakit siap hidup dan siap mati lagi…

Aku lemah…
Bahkan tak sekokoh cermin ini…
Hatiku saja tak bisa ku kendalikan..
Bayangku, ragaku, hatiku milikmu Tuhanku…

Jika engkau pintaku jatuh hati untuk terluka….
Aku akan senang terjatuh dan terluka…
Jika kau pinta aku menunggu lebih lama…
Lebih lama lagi untuk terjatuh kembali…

Walau dengan duka dengan sepi dengan iri…
Ku bertahan…

Samapai engkau pertemukan hati yang untukku..
Biarkan kali ini saja…
Cermin ini menatapku dengan muka muram lusuh itu…
Dengan lensa matanya yang berkaca…

Mungkin esok kali…
Engkau kokohkan hati pemilik cermin ini…
Hingga bayangnya tak lusuh…
Raga nya tak rapuh…

Reactions

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.