Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi
Pipihnya bayangmu mengendap riak senjakala..
Menyunting secercah lembayung dari bilik-bilik awan...
Seolah laraku terlena dalam berinai gerimis
Seperti berintik bening riuh bertabur luruh...

Aku pun berpuitis dengan jiwa kedinginan
Sementara sukmaku membuncahkan rias kidung berayun syahdu...

Dan seketika itu pula pecah
Dan dari baliknya itu didapati rekah kemilau nan begitu indah..
Dan mata liarku memandangmu tanpa malu...
Dan hatiku berbisik,

"Sama kah engkau? Merindu"

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Disukai Oleh

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.