Silahkanlog in ataudaftarUntuk menyukai postingan.
Puisi

Kokoh berdiri di atas tanah
Hijau warna daunnya, meski terlihat mulai melayu
Bunganya sedikit, tidak menarik
Itulah tumbuhan yang katanya memiliki parasit, benalu

Setiap insan berusaha memisahkan, peduli katanya
“benalu tak boleh menempel dengan inangnya,”
“kau hanya parasit!” cerca mereka
Lantas di mana kah benalu akan hidup
Entah lah, mulut-mulut itu bagaikan pedang

Ini akan terlihat sedikit gila
Namun itu lah salah satu bentuk cinta
Cinta yang diberikan tumbuhan inang kepada benalu
Tak peduli cinta itu mematikan

Ya, seperti itu juga lah cintaku
Biarlah aku semakin rapuh, berjalan saja tidak mampu
Biarlah mereka menghujat diriku dengan lidah yang tajam
Sembari menunggu panggilan dari Tuhanku,
Izinkan aku menghidupi dirimu

Kubuat tulisan ini untukmu, yang tercinta
Dapat kupastikan mereka akan berteriak :
“Dasar kau budak cinta!”
Tak mengapa, sungguh tak mengapa
Mereka tidak mengenal apa itu cinta dan ketulusan

Kau adalah alasan mengapa aku bertahan hidup
Walau kata mereka, kau adalah alasan mengapa aku mati
Cukup tutup telingamu
Karena bagiku, kau selalu yang terbaik
Kau akan selalu jadi yang tercinta

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Disukai Oleh

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.